Jumat, 16 November 2012

Manfaat Tomat

-->
Manfaat Tomat
1.      Wasir : Rebus beberapa buah tomat yang sudah masak dalam minyak kelapa selama kira-kira sepuluh menit, lalu saring dengan sepotong kain. Setelah dingin, oleskan pada wasirnya.
2.      Tekanan darah tinggi, mata merah : Makan buah tomat segar sebanyak 1-2 buah pada waktu pagi hari, sewaktu perut kosong.
3.      Memar akibat terbentur : Tim jus tomat yang ditambah dengan air jahe, lalu minum setelah dingin.
4.      Luka Bakar : Gunakan irisan tomat segar, atau hancurkan daun tanaman tomat dan diletakkan pada luka atau luka bakar.
5.      Radang usus buntu, sakit kuning : Minum jus tomat, sehari tiga kali, masing-masing satu cangkir. Tetap berkonsultasi dengan dokter.
6.      Jerawat : Tambahkan 25 ml alkohol 70% pada jus tomat (100 ml), lalu kocok merata. Gunakan campuran untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari. atau gunakan sebagai masker, caranya jus tomat dicampur dengan satu sendok teh yogurt tawar. Gunakan masker selama kurang lebih 10 menit lalu bersihkan wajah dengan air.
7.      Demam : Pengobatan tradisional Cina membuktikan, tomat mempunyai khasiat pereda demam (antipiretik) dan penawar racun (detoksikan). Cuci tomat masak (tiga buah), lalu potong-potong seperlunya. Lumatkan dalam setengah cangkir air masak dan satu sendok makan madu murni. Peras dan saring, lalu minum. Lakukan tiga kali sehari. Penderita diabetes melitus dilarang menambahkan madu murni agar kadar glukosa darah tidak meningkat.
8.      Radang gusi, gusi berdarah : Cuci buah tomat yang sudah masak, lalu makan mentah. Lakukan sehari dua kali, selama kurang lebih satu bulan.
9.      Sakit Tenggorokan : buatlah jus tomat dengan air hangat lalu jadikan obat kumur. Tomat sangat baik sebagai anti-inflamasi dan menenangkan.
10.  Sariawan, ulkus di rongga mulut : Potong-potong buah tomat yang sudah masak (dua buah), lalu masak dengan ikan segar. Setelah dingin, makan. Lakukan setiap hari selama 1--2 minggu sampai tampak perbaikan.
11.  Meningkatkan nafsu makan : Minum jus tomat satu jam sebelum makan.
12.  Lemas karena kadar glukosa darah rendah : Minum jus tomat segar.
13.  Pencegahan kanker dan jantung : Tomat yang dimasak, seperti direbus, saus tomat, dan tomat yang berada dalam masakan, seperti sup, menyebabkan likopen pada tomat lebih mudah diserap sehingga lebih berkhasiat untuk mencegah kanker prostat dan penyakit jantung.
Referensi :
http://www.naturindonesia.com/tanaman-obat-indonesia/abjad-awal-t/322-toma.html
http://www.fakultaskedokteran.net/jus-tomat-untuk-mengobati-berbagai.html
http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2011/11/14/khasiat-tomat-untuk-rambut/
http://tubuhsehat.blogdetik.com/2008/10/02/tomat-dan-khasiatnya/
http://www.resepkita.com/detailTips.asp?recId=30

Jumat, 09 November 2012

Selalu Ada Baiknya

"Segala Sesuatu Selalu Ada Baiknya, All Is Well"


Berikut adalah kisah seorang raja yang sangat gemar berburu. Setiap kali berburu, ia selalu mengajak pembantu setianya. Hal yang istimewa dari pembantunya adalah, ia selalu berkata, "Untuk s...
egala sesuatu selalu ada baiknya. Apapun yang dialami dan diterima dalam hidup selalu ada baiknya!"

Oleh karena itu, jika raja ingin berburu harimau dan hanya mendapatkan seekor kambing gunung, sang pembantu selalu mengingatkan, "Apapun yang didapat, selalu ada baiknya." Jika raja mendapatkan binatang buruan yang lebih kecil, ia pun mengatakan, "Inipun pasti ada baiknya."

Sekali peristiwa, secara tidak sengaja jempol kaki kiri raja tertembak oleh senapannya sendiri. Sang pembantunya mengatakan, "Hal inipun pasti ada baiknya!" Hal itu membuat raja marah dan tidak lagi mengajak pembantunya setiap kali berburu.

Suatu waktu sang raja melakukan perburuan sendirian. Ia ditangkap oleh suku pedalaman yang gemar makan daging manusia. Raja akan direbus dalam belanga besar. Sang kepala suku memeriksa raja dan mendapati bahwa raja tidak memiliki jempol kaki kiri. Sang raja tidak jadi dikorbankan karena cacat. Akhirnya raja dibebaskan.

Dari peristiwa itu sang Raja memahami bahwa perkataan pembantunya benar, "Untuk segala sesuatu ada baiknya." Sang raja bergegas pulang dan menjumpai pembantunya. Ia menceritakan semuanya dengan bersemangat. Pada akhir ceritanya ia berkata, "Sayang sekali kau tidak ada di sana bersama saya waktu itu sehingga tidak dapat merasakan ketegangannya!"

Mendengar hal itu, sang pembantu menjawab, "Saya tidak ada disana saat itupun ada baiknya. Jika saya ada di sana, bisa jadi baginda raja akan dibebaskan dan sayalah yang akan dimasak."

Berpikir positif untuk setiap hal dalam hidup adalah pilihan yang membuat semua hal yang kita kerjakan tampak indah dan bermakna. Berpikir positif untuk segala sesuatu adalah ciri-ciri jiwa yang sehat.
Sumber : http://www.facebook.com/SL.Buku?ref=ts&fref=ts#!/SL.Buku?fref=ts

Teman Atau Musuh

"Pilih Teman Atau Musuh?"

Seorang petani yang bertetangga dengan seseorang yang berprofesi sebagai pemburu yang memiliki anjing-anjing galak tapi kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar &
mengejar-mengejar domba-domba milik Petani.

Petani itu lalu meminta tetangganya itu untuk menjaga anjing-anjing nya. Sayangnya si Pemburu tidak mau peduli. Hingga suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba Petani, sampai terluka parah. Petani itu marah dan merasa tidak sabar. Ia memutuskan pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.

Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati lalu berkata, "Saya bisa saja menghukum Pemburu itu serta memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjing nya. Tetapi kau akan kehilangan seorang TEMAN lalu akan mendapatkan seorang MUSUH."

"Mana yang kau inginkan, teman, atau musuh yang menjadi tetanggamu?". Ujar si Hakim.

Petani itu menjawab, bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.

"Baik, saya akan menawari kau sebuah solusi yang damai untuk kedua belah pihak. Domba-dombamu akan aman dan kamu akan tetap berteman dengan tetanggamu itu."

Mendengar solusi pak hakim, si Petani itu setuju.

Ketika sampai di rumah, Petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim, dia mengambil 3 domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada 3 anak Pemburu. Karena senang serta untuk menjaga mainan baru anak-anaknya, si Pemburu itu kemudian mengkerangkeng anjing-anjing pemburunya.

Maka sejak itu anjing-anjing si Pemburu tak pernah lagi menganggu domba-domba si Petani. Pemburu itu lalu mulai sering membagi hasil buruan pada si Petani. Sebagai balasannya Petani mengirimkan daging domba & keju buatannya. Dalam waktu singkat mereka menjadi sahabat yang sangat erat.

Sebuah ungkapan mengatakan: "Cara terbaik untuk mempengaruhi orang adalah dengan menggunakan CINTA KASIH."

Sumber : http://www.facebook.com/SL.Buku?ref=ts&fref=ts#!/SL.Buku?fref=ts

TUGAS 3

-->
TEORI ORGANISASI UMUM 1
Nama    : Dewi
Kelas     : 2 ka 43
NPM      : 11111949
1.       Jelaskan pengertian kepemimpinan!
>>  Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

2.       Sebutkan dan jelaskan tipe-tipe dan teori-teori kepemimpinan!
>> Tipe Kepemimpinan
1. Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi; Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi; Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata; Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat; Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya; Dalam tindakan pengge-rakkannya sering memperguna-kan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2. Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan; Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya; Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan; Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan; Sukar menerima kritikan dari bawahannya; Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3. Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa; bersikap terlalu melindungi (overly protective); jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan; jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif; jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya; dan sering bersikap maha tahu.
4. Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. 
5. Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia; selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya; senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya; selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan; ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain; selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya; dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Teori Kepemimpinan
a)      Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
b)      Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.
c)      Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang.
Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.


 

De_windows © 2008. Template Design By: SkinCorner