Sabtu, 27 April 2013

Ola..la part3



Ups, Salah Kostum

“Morning Ola, kenalkan sebelumnya saya Rendi, pemandu sekaligus penerjemah untuk kalian berdua selama 7 hari kedepan, perjalanan setiap hari nya akan kita mulai jam 9 setelah sarapan, sekarang mari kita sarapan.”

“Kalian? Berarti Rendi sudah bertemu Daniel?” Mata ku sibuk mencari sosok yang semalam marah-marah seperti anak kecil padaku. Dan benar saja Rendi berjalan ke arah seseorang dengan jaket putihnya sedang asik menikmati sarapan.

“Jadi sudah ikhlas mau jalan-jalan?” dengusku dengan bibir yang aku majukan 5 cm lebih kedepan.

“Cepat habiskan sarapannya, sepertinya hari ini akan melelahkan.” Daniel tersenyum ke arahku.

          Kami bertiga masuk ke sebuah mobil berwarna hitam dan melaju membawa kami ke sebuah museum, “kita harus datang pagi agar tidak terlalu mengantri” ucap Rendi yang sangat paham bahwa museum Louvre sangat banyak dikunjungi dan antrian nya akan cukup panjang bila kita datang siang.

          Melihat gedungnya saja sudah luar biasa, aku langsung menyodorkan kamera ku ke arah Daniel dan aku berbalik berlari menuju gedung agar lebih dekat, tanpa persetujuan, aku langsung memasang senyum paling lebarku dan deretan gigiku yang kuning langsung melakukan pertunjukan. Aku mengangkat jari telunjuk dan tengah ke arah pipiku, dan …….Daniel melotot!

“Fotoin donk!!”
Daniel meletakkan kamera di matanya, dan tangannya menekan tombol di kamera, aku berganti-ganti pose beberapa kali.

“Ya ampun , ke sini mau lihat museum apa mau foto??” Daniel berteriak sambil melangkah ke arahku.

“Yah mumpung, kamu juga mau? Sini aku fotoin” Aku menarik tangan Daniel yang berada di depan ku, dan membuatnya berhenti melangkah. Aku langsung memotretnya tanpa izin, tanpa pose, saat dia menoleh ke arahku. Wajahnya kelihatan lagi marah di kamera ku.

          Kami bertiga melangkah masuk ke museum, dan sekali lagi aku harus bilang WOW. Benar-benar indah, aku memotret satu persatu karya seni di dalam. Kali ini aku selalu dekat dengan Rendis, aku selalu menyodorkan kameraku ke Rendis dan minta di foto dengan beberapa barang museum. Daniel ngeloyor pergi sendirian.

          Kami keluar dari museum ketika jam makan siang, Rendis mengarahkan kami sebuah resto saat perjalanan kami menuju wisata selanjutnya. Makanannya, benar-benar, butuh adaptasi. Sebenarnya kalau boleh minta, aku minta pesan nasi padang yang diujung komplek saja. Kali ini lain, Daniel makan lahap banget.
“ Kamu itu lahir di planet mana? Orang-orang kalau jalan-jalan ituh foto buat kenang-kenangan. Kelaperan apa kaget ga pernah ketemu makanan ini di Indonesia?”

Daniel memandangku dan….. menghela napas. Kembali ke makanannya, dan mulai menyuap dengan pelan.
          Wisata selanjutnya, Argeles sur Mer. Aku benar-benar tidak tahu tempat-tempat wisata di Prancis, namanya juga iseng-iseng berhadiah. Dan ternyata sebuah pantai, yang lagi-lagi WOW. Tapi ada sedikit trouble, pantai?whats? dengan pakaian begini? Aku melirik Daniel yang sedang membuka tas nya dan mengoles lotion ke tubuhnya.

“Ren, bisa ga jadwalnya di ubah? Gimana kalau ke pantai nya besok? Seharian kayanya lebih seru.” Aku memandang Rendis yang duduk di kursi depan.

“ Lho, kenapa? Kalau jadwal ga bisa diubah-ubah karena kita sudah booking tempat nya sesuai jadwal.”

“Aku ga bawa baju pantai, aku lupa lihat jadwal kita hari ini.” Aku memelas, berusaha lagi memohon.

“Yaudah, ga usah pakai baju aja, ga ada yang kenal kok.” Daniel tersenyum geli melihat ku. Reflek aku pukul tangan nya, dan memasang wajah marahku.

“sory Ola, jadwal sesuai rencana, kamu lihat-lihat pemandangan aja.” Rendis cekikikan.

          Akhirnya, dengan sangat terpaksa, aku turun dari mobil dengan pakaian formal. Bukan formal pakaian kerja sih, tapi untuk ukuran pantai, aku pasti dikira orang sinting. Daniel dan Rendis sudah dengan celana santai mereka, dan kaos oblong. Terpaksa aku berada agak jauh dari sisi pantai, duduk, dan ngiler, bener-bener ngiler melihat orang-orang berenang. Kapan lagi bisa kesini, aaarrrrggghhhh, aku memukul kepalaku sendiri.

“ Ayo sini, aku tunjukin sesuatu” Daniel memegang pundakku dan aku berdiri mensejajarkan tinggi tubuh kami, Daniel hanya lebih tinggi sedikit dibandingkan aku. Aku berjalan mengikuti langkah Daniel, dan akhirnya kami sampai di dermaga kapal. Daniel terlihat sedang bicara dengan seseorang penjaga kapal, tidak lama setelahnya Daniel menoleh ke arahku.

“ Ayo sini.” Daniel mengulurkan tangannya ke arah ku. Aku berjalan mendekatinya. “ Mau ngapain?”

“Naik kapal lah, memang kelihatan nya mau naik pesawat terbang.” Daniel bicara dengan wajah nya ke arah kapal sambil berjalan menaiki tangga kapal. Aku menghela napas, lagi dan lagi, bicara tanpa melihat lawan bicaranya.

          Aku naik ke kapal menyusul Daniel, dan beberapa orang terlihat sibuk menyalakan mesin, melepas tali, dan akhirnya perlahan-lahan kapal mulai berjalan menjauh dari dermaga. Kami berkeliling melihat sisi-sisi pantai, dan laut yang indah. Daniel terlihat sibuk berbicara dengan seseorang yang sedang memegang kemudi kapal.

“ Nah, kalau begini ga malu kan sama pakaian sendiri?” Tiba-tiba Daniel sudah ada di sampingku.
Kami sama-sama terhipnotis dengan pemandangan yang luar biasa.

“ Kamu kerja dimana?”

“ Di Jakarta, tapi sekarang sedang jadi pengangguran.”

“Kok bisa?”

“ Sebelumnya magang selama  3 tahun, nah masa magang nya habis. Jadi sekarang lagi nyari-nyari kerja lagi.”

“Kamu sudah sarjana?”

“Belum, masih kuliah. Baru semester 6. Kamu sendiri kerja dimana?”

“ Sama, di Jakarta. Staff biasa.”

          Kami sama-sama diam beberapa saat, karena kapal sudah mulai mendekati dermaga. Terlihat Rendis sedang menunggu kami. Dia melambai ke arah kami, dan Daniel membalas lambaiannya, aku hanya tersenyum sambil melotot ke arah Rendis.

“Daniel, kali ini ga sesuai jadwal, tapi hari ini aku maafkan. Next time, kalau mau punya rencana sendiri, tunggu sampai hari bebas kalian. Kita kemalaman untuk makan malam.” Aku dan Daniel saling memandang dan tertawa.
         
          Kami tiba di hotel, dan makan malam bersama. Setelahnya aku dan Daniel berjalan menuju lift, dan Rendis keluar dari hotel. Kami sama-sama dalam diam, sampai pintu lift terbuka. Daniel tampak buru-buru mengeluarkan hp nya dari saku, dan menjawab panggilan telepon. Lalu aku mengikuti di belakangnya. Dia membuka pintu kamarnya dan melambaikan tangan ke arahku. Belum sempat aku membalas lambaian nya, dia sudah hilang di telan pintu kamarnya.

Ola..la part2



Takdir yang Sama
Hari ini aku ke bandara sendiri dengan taxi, pesawat ku pukul 09.45 dengan tujuan Charles de Gaulle, Perancis. Aku belum tahu akan kemana saja, dan dengan kendaraan apa, tapi aku tenang-tenang saja, ada kakakku yang siap ditelepon 24jam, dan ada mbah ku mbah Gugel yang siap kasih semua informasi yang aku butuhkan. Plan C –cadangan- ku, jika aku kehabisan uang atau bingung mau kemana, aku tinggal di hotel saja dan akan gratis. Tapi aku ga mau kesempatan ini sia-sia.
Aku tiba disana dan menyetop sebuah taxi, aku menunjukkan selembar kertas kepada supir yang bertuliskan nama hotel yang menjadi tujuanku. Hanya sekitar 45 menit aku telah sampai di sebuah hotel, walau tidak terlalu mewah, tetapi tidak terlalu buruk juga, bila di Indonesia mungkin seperti hotel bintang 3,5. Hotel di daerah mana yah yang menjadi hotel bintang 3,5?? Aku melangkah menuju sebuah meja besar yang bertuliskan receptionniste -tempat menebus recep kah? -.
“Bonjour Mesdames,la, nous pouvons aider?”
 “Hi, my name Yola Yulista from Indonesia, did I have booking a room for 10 days?” aku sudah menanyakan ini kepada kakakku, kalimat pertama yang harus aku ucapkan saat bertemu resepsionis hotel. “ Please wait a minute, we will checking it for you.Yes, your room is 930.” Aku menerima sebuah kunci dari resepsionis tersebut, dan di sebelah ku sudah ada seorang pria bertubuh tegap yang siap membawa barang-barangku ke kamar. 
Disebelahku berjalan seorang pria yang mungkin berusia sekitar 27 atau 28 tahun juga menuju lantai yang sama denganku, dengan fisiknya, aku pikir dia orang Indonesia juga, aku ingin bertanya kewarganegaraannya, tapi lidahku keluh tak bisa mengatakan apapun, lebih tepatnya aku lupa cara menanyakan kewarganegaraan dalam bahasa Inggris. Dan aku ga mau terlihat bodoh. Jadi aku diam saja, kami melangkah bersama keluar lift, dan menuju ke arah yang sama, dan benar saja, kamar nya 931 tepat di depan kamar ku, kamar ku paling ujung letaknya.
Aku tidur beberapa jam dikamar setelah mengabari keluargaku aku telah sampai di Prancis. Barang-barangku masih tersusun rapih di dalam koper, dan aku belum tahu mau kemana malam ini, sendirian, dan tidak tahu jalan. Aku menelepon agency di Jakarta untuk  meminta nomor  kamar pemenang undian yang satu lagi, tetapi hanya nada tut..tut..tut.yang terdengar. Aku melangkah keluar kamar, setelah menghabiskan makan malam yang dibawakan service room,dengan jaket kesayanganku. Saat aku melangkah mendekati lift, terdengar bahasa yang sangat familiar di telingaku, arahnya dari belakangku. Ternyata pria yang  tadi satu lift denganku, benar saja, dia berbahasa Indonesia,dia terlihat sedang menelepon seseorang dengan sedikit marah. Aku menghentikan langkahku, menunggu sampai langkahnya sejajar denganku, dan kami naik lift bersama, teleponnya terputus bersamaan saat pintu lift tertutup.
“ Maaf, bapak orang Indonesia?” “ Yah” sahutnya dengan senyum terpaksa, sepertinya aku bertanya disaat yang kurang tepat, tetapi kalau tidak ditanya sekarang, aku harus bagaimana keluar hotel. “Pak, saya sedang berlibur, saya baru datang dari Indonesia, bapak tinggal disini juga atau sedang berlibur?” “ Jangan panggil saya bapak, panggil saja Daniel, saya juga sedang berlibur, kamu berlibur sendiri?” “ Iyah, bapak..ups maaf Daniel boleh saya meminta..” Tiba-tiba pintu lift terbuka, dan Daniel sudah melangkah pergi dengan cepat, aku mengikutinya dari belakang, pikirku, dia pasti jalan-jalan sebentar dan akan kembali ke hotel, jadi aku tidak perlu takut tersesat.
Daniel memang hanya jalan-jalan, tanpa kendaraan dia menyusuri jalan-jalan yang trotoarnya sangat bersih itu, agak ramai jalan yang kami lewati, Daniel menoleh kebelakang dan menghentikan langkahnya. “Kau sedang mengikutiku?” tanyanya dengan sangat  curiga.” “Ah, enggak koq, ini kan jalan umum jadi siapa aja boleh jalan disini, kebetulan aja kita searah.” Aku menjawab asal-asalan dengan senyum kecut. “ Oh yasudah, hati-hati, dan ingat jalan yang kamu lewati, takutnya nanti ga bisa pulang ke hotel.” Daniel bersuara tanpa terlihat wajahnya, aku paling sebel dengan orang yang bicara tetapi wajahnya melihat arah lain.
Daniel terus melangkah dan aku juga terus mengikutinya. Sesekali Daniel menoleh kebelakang, mungkin dia agak terganggu karena aku seperti memata-matai nya, aku hanya menoleh ke arah lain. Tidak lama, Daniel berhenti dan duduk di sebuah kursi panjang, seperti taman kelihatannya. “Sini.” Daniel melambaikan tangannya ke arah ku. “Aku mendekatinya, dan duduk agak menajauh darinya.”
“Ini pertama bagi kamu ada di Prancis?”
“Iyah, ini pertama kalinya dan ini hanya sebuah keberuntungan, aku memenangkan undian dan mendapat tour 10 hari di negara indah ini.” Aku melirik ke arah Daniel

“Di hotel yang sama, dengan kamar berseberangan, sama-sama pemenang undian, kemungkinan kita akan tour bersama, tapi sebenarnya bukan aku yang mau tour ini, adikku Tasya seperti kurang kerjaan mengikutsertakan aku dalam program ini!” Cerita Daniel dengan suara seperti menahan marah.

“ Aku tidak fasih berbahasa Inggris, jadi tawaran mu untuk tour bersama aku terima.” Aku tersenyum padanya.

“Aku tidak menawarimu, sebelum kesini apa kamu tidak membaca ketentuan perjalanannya? Kita akan tinggal di hotel yang sama selama 10 hari, yaitu hotel yang sekarang kita tempati, menginap selain disini maka memakai biaya pribadi, biaya perjalanan selain yang telah ditetapkan maka memakai biaya pribadi, dan jajanan disini cukup mahal. So, sebaiknya kita ikuti jadwal 7 hari tour dari guide yang disediakan agar lebih hemat dan tidak nyasar! Kita punya 1 hari bebas untuk berjalan-jalan sendiri tanpa tour guide, sepertinya berenang dan tidur dikamar  hotel cukup baik.”

“kamu benar-benar tidak bersyukur sudah mendapat kesempatan ini? Wow, ke perancis selama 10 hari gratis biaya penginapan, sarapan, dan beberapa tiket wisata, itu luar biasa Daniel!” Aku mulai tidak mengerti dengan raut wajah Daniel yang seolah perjalanan ini adalah beban baginya.

“Sorry,nama kamu?”

“Yola, tapi panggil aja Ola.”

“Ola, kerjaan aku di Jakarta jauh lebih penting dari pada jalan-jalan santai disini, 10 hari memang waktu yang wow, tapi itu juga berarti wow banyaknya kerjaan yang numpuk dan menunggu untuk aku selesaikan!”

“Daniel, kamu urus aja emosi kamu sama Tasya, dan ga perlu bentak-bentak aku juga, I just want to have fun and enjoy my holiday, aku duluan, mau tidur dan besok harus bangun pagi, jam 8 oke, see you.” Aku memandangnya dengan wajah jengkel dan berjalan meninggalkan Daniel ke arah hotel.


Sabtu, 13 April 2013

Ola..la part1



Dream Come True
Kriiiiiing….Kriiiingg….kriiing… Suara dering telepon diujung ruang keluarga membangunkanku dengan paksa. “Kenapa ga nelpon ke hape aja, hari gini masih nelpon ke rumah!!” aku mengomel sendiri dalam hati. Di rumah aku memang sedang sendiri, orang tua ku bekerja, dan kakak ku juga, mbok pasti sedang ke pasar. Kakakku, dia sedang dinas di luar kota,masa percobaan, di sebuah perusahaan bidang perhotelan dan pariwisata.
“Halo,cari siapa?”, “Halo selamat pagi, bisa bicara dengan ibu Yola?”, “Yah, saya sendiri, maaf dari mana?” dalam hati aku mulai menerka-nerka terakhir aku mengirim surat lamaran kerja kemana, aku memang masih kuliah, tetapi aku kuliah sambil bekerja, sekitar 2 bulan lalu aku selesai bekerja di sebuah perusahaan jasa, aku memang hanya mengambil kesempatan magang selama 3 tahun disana, karena aku pikir di tahun keempat aku akan fokus di skripsiku. Tetapi ternyata kegiatan bekerja selama 3 tahun seperti menjadi kebiasaan bagi ku, baru 1 bulan terbebas dari kerja, aku merasa sangat bosan, dan ingin bekerja lagi, jadi aku mulai mengirim surat lamaran kerja di beberapa perusahaan yang sedang membuka lowongan untuk lulusan SMA/sederajat.
“Ibu Yola, selamat anda memenangkan undian liburan 10 hari di Perancis, kami dari Tour Travel Agency, surat resmi pemenang undian akan dikirim hari ini, mohon anda mempersiapkan keperluan yang telah disebutkan pada persyaratan, setelah itu silahkan datang ke kantor kami untuk konfirmasi langsung dan menandatangani beberapa surat perjanjian dan asuransi, bila ada yang ingin ditanyakan silahkan menghubung 021-448xxx dan ibu Susan akan membantu anda,ada yang masih perlu ditanyakan bu Yola?” aku diam sejenak, aku sudah bangunkah, atau aku sedang bermimpi,undian yang sudah hampir aku lupakan, “Halo,halo, bu Yola??”,
 “Yah,yah, maaf , baik terima kasih atas informasi nya.”
 “Iyah sama-sama bu Yola, selamat pagi.” Ganggang telepon masih menempel ditelinga ku, sampai bunyi nyaring mengagetkanku, dan menyadarkanku teleponnya sudah terputus.
Aku berjalan ke dapur, dan mengambil segelas air putih, aku senang sekali sampai-sampai aku memeluk si mbok yang sedang memotong sayuran. “Kenapa, sepertinya senang banget dek?” si mbok memang sudah lama bekerja di rumah, dia merawat aku sejak aku kecil, mungkin sejak aku berusia 6 tahun, dan saat ini aku sudah berusia 24 tahun. Dek’ adalah cara dia memanggilku sejak aku kecil, tapi sebenarnnya aku lebih senang dipanggil Ola tanpa tambahan “la” lagi di belakangnya. “Mbok, Ola mau ke Perancis, pakai uang Ola sendiri lho. Ola menang undian mbok, jalan-jalan ke Perancis.” “ Wah, selamat yah dek, terus udah minta izin belum sama mama papa?” “Nih baru mau telepon, tapi Ola mandi dulu.”
Aku duduk di ruang tamu, mulutku sibuk mengunyah nasi goreng buatan mbok, tangan ku sibuk mengaduk-aduk nasi, dan pikiranku sibuk bertanya-tanya kapan suratnya datang, dan tak lama terlihat si mbok keluar menemui seorang bapak yang berdiri di luar pagar, si mbok menandatangani selembar kertas. Si mbok masuk kembali lewat pintu dapur, dan ketika aku ke dapur untuk minum, aku melihat sebuah amplop coklat bertuliskan Untuk Ibu Yola Yulista.
“Kak, makasih yah, Ola menang undian nih, kakak masih inget voucher yang kakak kasih ke Ola dulu, yang hadiahnya jalan-jalan ke Perancis.”
“ Voucher yang dulu kakak bawa pulang waktu kakak cuti?”
“ Iyah kak, tadi pihak agency telepon ke rumah, katanya Ola menang undian itu, terus Ola diminta datang ke kantornya langsung untuk tanda tangan perjanjian, dan asuransi.”
 “ Wuah, kakak pikir kamu cuma bercanda mau ikut undian itu, tapi selamat yah Ola, kakak tahu agency yang handle undian itu, agency itu salah satu agency yang kerja sama dengan tempat kakak kerja, sebenarnya semua karyawan dapat satu voucher undian, ga nyangka kamu menang, kamu izin sama mama papa dulu, kapan berangkat?”
“Minggu depan kak, iyah ini Ola mau telepon mama papa, daah kak.”
Persyaratan paspor dan visa sudah siap, izin mama papa udah dapet, tanda tangan perjanjian perjalanan selama 10 hari dan asuransi udah oke. Tinggal nunggu hari H nya, 2 hari lagi. Ternyata aku baru tahu, pemenang undiannya ada 2 orang, jadi mereka hanya membiayai tiket pulang pergi sesuai tanggal yang ditentukan, uang saku, dan penginapan, jadi benar-benar harus meggunakan uang saku dengan bijak untuk akomodasi dan belanja, makan dapat gratis di hotel. Lumayan, aku masih ada tabungan yang bisa aku pakai untuk uang darurat.

Perilaku Konsumen, Surplus Konsumen, Elastisitas Harga ( Dewi, 11111949, 2 ka43)




Perilaku Konsumen

Dua pendekatan perilaku konsumen yaitu :
a.Pendekatan Kardinal atau Cardinal Approach
Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.

Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsiAsumsi dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
  2. Berlaku hukum Diminishing marginal utility, artinya yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.
  3. Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak.
  4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka..
  5. Total utility adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.
b.Pendekatan Ordinal atau Ordinal Approach

Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:
  1. Konsumen rasional artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
  2. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna yang artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya.
  3. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu artinya konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.
  4. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya mempunyai uang terbatas untuk memenuhi kebtuhan mereka.
Surplus Konsumen
Surplus konsumen merupakan pencerminan suatu keuntungan lebih (surplus) yang dinikmati oleh konsumen karena adanya selisih antara harga maximum pembelian dengan harga jual suatu barang.
          Misalnya seorang mahasiswi ingin membeli buku akuntansi seharga Rp 150.000. Namun sesampainya di toko buku ternyata di sana mahasiswi tersebut dapat membeli buku akuntansi tersebut dengan harga Rp 140.000., maka selisih dari harga maksimum pembelian buku dan harga jual tersebutlah yang kita sebut surplus konsumen yaitu sebesar Rp 10.000.


Elastisitas Harga

Pengertian Elastisitas

Salah satu pokok bahasan yang paling penting dari aplikasi ekonomi adalah konsep elastisitas. Pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan Dan penawaran membantu para ahli ekonomi untuk menjawab suatu pertanyaan, yakni apa yang akan terjadi terhadap permintaan Dan penawaran, jika ada perubahan harga? Apa yang terjadi pada “keseimbangan harga” bila faktor-faktor yang mempengaruhi kurva demand Dan kurva supply beubah? Dan berapa besar pengaruhnya?
Untuk menjawab ini pakailah konsep elastisitas.Secara umum, elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan/respon dari jumlah barang yang diminta/ ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya.

Elastisitas Permintaan

Elastisitas harga permintaanadalah suatu alat/konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan/ respon perubahan jumlah/ kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi.
Dalam hal ini pada dasrnya ada tiga variabel utama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yahitu :

1. elastisitas harga permintaan
2. elastisitas silang
3. elastisitas pendapatan
 

De_windows © 2008. Template Design By: SkinCorner